Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 Desember 2020

Motivasi yang Merusak

 

“Qi!! Aku panggil-panggil tidak ada suara balasan ternyata simedi di sini kamu!” Akmal tersenyum mendapati teman yang dicarinya lagi bermain ponsel pintar di teras belakang.

“Assalamualaikum” ucap Haqi ketus.

“Eh iya lupa brooo, assalamualaikum Haqi” Akmal ikut duduk bersila di samping Haqi menatap hamparan padi.

“Wa’alaikumussalam, kenapa?” tanya Haqi tetap memainkan ponsel pintarnya.

“Gak apa-apa, serius banget situ lagi baca apa emang?” basa-basi Akmal sambil mengambil beberapa butir kacang shanghai di dalam toples.

“Cuma beranda Facebook dari pada nglamun” jawab Haqi santai sambil meletakkan ponsel di sampingnya. “Emang wajah gue terlihat lagi serius?” Haqi mengambil kacang shanghai lalu menatap Akmal.

Satu butir shanghai masuk ke mulut Akmal. “Sudah dari sananya kali Qi”.

“Sebenarnya beranda Facebook yang gue baca barusan gak ada yang menarik, hanya status bocah alay yang lagi galau dan pamer hal yang sepele. Namun karena aku membacanya sambil memikirkan hal lain, jadilah aku seperti membaca informasi penting” jelas Haqi.

Akmal mengangguk sambil mengunyah camilannya.

“Status Facebook seseorang yang hanya berisi keluh kesah namun ngena banget pada ranah pendidikan, menurut gue” Haqi diam sebentar. “Apa sih sulitnya memberikan nilai A pada anak, bukankah anak yang mendapat nilai bagus tambah semangat belajarnya? Kurang lebih begitu statusnya” lanjut Haqi.

“Terus, kamu komentari gimana?”

“Males banget komentari begituan, membacanya saja membuat gue galau apalagi harus debat dengan penulisnya”.

Akmal tertawa.

“Status tersebut berhasil membuatku dilema, Mal. Benar yang dikatakan penulis tersebut, bahwasanya nilai bagus dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar. Menurut teori yang pernah kita pelajari ini termasuk motivasi ekstrinsik atau motivasi yang berada di luar diri kita. Seseorang juga membutuhkan motivasi jenis ini untuk meningkatkan kualitas dirinya. Namun, untuk kasus yang tadi? Bagaimana?”

“Dari tulisan tersebut, saya menyimpulkan bahwa anak atau saudara penulis itu pasti sering mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, dan menulis status itu adalah bentuk protesnya. Pertanyaannya, apakah nilai yang diperoleh itu memang mencerminkan kemampuan anak itu atau memang gurunya yang pelit nilai? Tapi saya lebih condong ke yang pertama” Akmal mengambil beberapa butir shanghai lagi.

Haqi mengangguk.

“Kalau seperti itu, saya setuju dengan pendapatmu yang mengatakan kalau status itu memberikan efek samping pada pendidikan”.

“Lo pikir obat kimia?” sergah Haqi.

Akmal tidak menanggapi gurauan Haqi. “Jika sampai pendapat itu direalisasikan di lapangan atau katakanlah pendidik memberikan nilai yang baik dengan tujuan memotivasi peserta didiknya, maka ijinkan saya menyebut itu dengan istilah motivasi yang merusak. Kenapa merusak? Karena dengan mendapat nilai yang bagus, meski anak akan lebih semangat belajar, namun saya yakin mereka pasti merasa senang dan benar di dalam kesalahan mereka. Kesalahan yang dibenarkan tersebut akan membuat si anak tidak akan mencari hal yang benar. Bagaimana mereka mau mencari kebenaran jika ada yang menilai baik kesalahan mereka?”.

Haqi mengangguk tanda setuju. “Dan pastinya anak-anak akan merasa puas dengan nilai fatamorgana itu”.

“Betul” jawab Akmal sambil membentuk tanda pistol di jarinya.

Senin, 10 Desember 2018

Konvensi Pendidikan Indonesia VI di Kediri

Assalamualaikum gaaeesss..
Duuuhh lama banget ya aku gak coret-coret ke sini, tuh terakhir Agustus. Ke mana saja memang?
Ke mana aja lah, ke tesis, ke les-les an, ke jualan online, dan yang paling sering adalah ke na serangan malas!!! Hehehehe

Syukurlah gak sampe setahun aku ngelupain nih warung :D.
Lha iya, tumben... Apa sih gerangan yang membuatmu menengok ke sini?
Banyak lah, salah satunya karena dikecewain. Percaya tidak percaya, salah satu hal yang bisa mengobati kekecewaan itu dengan coret-coret. Coba saja kalau mau !!

Eiittsss gak itu saja kok.. Aku bangkit menulis lagi karena dapat pengumuman kalau akan diselenggarakan Konvensi Pendidikan ke VII. Nah, materi yang ke VI saja belum ditulis rapi kok sudah mau VII saja. Hehe. Dari sini merambat deh, jadi keinget acara-acara yang lainnya yang materinya harus disimpan karena mereka bersumber dari orang-orang hebat. Kan sayang kalau dibuang begitu saja. 

Kembali ke judul ya...
Acara Konveksi Pendidikan Indonesia ke VI yang dilaksanakan di The Naff a Creative & Fun School Kediri pada hari Ahad, 1 Juli 2018 ini mengambil tema "Ikhtiar Menumbuhkan Pendidikan yang Mencerahkan". Menghadirkan orang-orang yang profesional di bidang pendidikan yaitu Kentar Budhojo (Founder Sekolah Garasi), Nafik Palil (Founder The Naff, A Creative and Fun School), Najmah Katsir (Kepala MTsNU Pakis Kab. Malang), Sri Saktiani (Founder MI Modern SAKTI Permatahati IBU Tulungagung), dan Lukman Hakim (Founder Sekolah Dolan Malang).

Selasa, 28 November 2017

"iPusnas" Cara Mudah Meminjam Buku

Assalamualaikum para kutu buku?? Sudah membaca berapa halamankah hari ini??? Semoga tetap istiqomah walau hanya beberapa lembar ya... 
.
Kata sebagian banyak orang, menjadi kutu buku itu bagus. Karena ini bisa dikatakan sebagai salah satu pertanda orang tersebut ingin meningkatkan mutu dalam dirinya. Selain itu, hal lain yang bisa diperoleh adalah kebahagiaan, bahagia karena bisa melahap tulisan2 apik. Bahagia? Iya. Kenapa tidak? Apakah ada orang yang tidak bahagia ketika mereka beraktivitas sesuai dengan hobinya? 
.
Namun, dunia pasti berisi dua hal yang saling melengkapi. Semoga kita tidak lupa bahwa ada kesedihan di samping kebahagiaan. Lantas, apa yang menyebabkan kutu buku menjadi sedih??  Salah satunya adalah tidak terpenuhinya keinginan membaca buku yang dia idam-idamkan karena beberapa kendala, yang salah satunya adalah harga buku yang cukup expensive. Do you agree??  😁😁

Sabtu, 12 Desember 2015

Annoying Experience


Jumat, 11 Desember 2015 – Pagi-pagi sekitar pukul 10an aku dan salah satu temanku bernama Lutfi dibuat jengkel oleh sebuah jasa foto copy. Sekedar informasi saja, tempat foto copy (FC) ini terletak di kecamatan *o***a***, salah satu kecamatan di kota kelahiranku, Tulungagung.

Dibuat jengkel??? Kok bisa??

Jadi ceritanya, aku dan Lutfi mau mengembalikan buku di perpustakaan kampus kami. Nah, sebelum buku-buku itu ke tangan petugas pengembalian buku, kami menfoto copy beberapa lembar yang kami anggap penting dulu. Biasa, semester tua yang selalu dikejar bayang-bayang skripsweet alias skripsi yang ada di otaknya hanyalah buku, buku, dan buku. Bagaimana caranya memperoleh banyak buku, yah walaupun itu hanya diambil segelintir kalimat saja.

Kali ini aku sengaja tidak memilih foto copy dekat kampus seperti biasanya. Alasannya adalah tidak mau antri lama. Tempat foto copy yang aku sebut tadi jauh dari lembaga yang orang-orangnya kerap foto copy kertas-kertas yang dianggap penting. Beda dengan  tempat FC samping kampus yang hampir setiap hari dipenuhi dengan mahasiswa dengan seabrek dokumen yang dicopy, entah itu berupa buku, tugas, makalah, ataupun hanya beberapa kertas saja. Jadi, aku berpikir urusan aku tentang perfotocopian akan cepat selesai jika di FC di tempat itu.

Minggu, 08 November 2015

Es Cream Pot Kedai Nona Manis

Refreshing merupakan sebuah kebutuhan hidup manusia, bahkan ada juga yang mengatakan bahwa refreshing sebagai kebutuhan pokok/primer. Saya setuju dengan teori ini, karena apa? Karena tanpa refreshing saya yakin penyakit stress akan mudah menyerang kita. Kesibukan dunia, berfikir keras untuk tugas sekolah/kuliah, masalah baik kecil maupun besar – yang pasti berbeda setiap individunya – pasti selalu datang bergantian atau malah bergerombolan (upsss jangan sampek!) menyerbu kita, karenanya otak dan pikiran kita perlu sesuatu yang namanya refreshing. Meski hanya nongkrong dengan sahabat, kalau itu bisa me-refresh otak, why not?

Nongkrong dengan teman adalah kebahagiaan tersendiri bagiku, apalagi kalau teman itu sudah lama tidak bertemu, pastilah membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk ngobrolin semuanya. Supaya betah berlama-lama, maka kita harus bisa pilah-pilih tempat tongkrongan yang asyik, keren, kekinian, dan nyaman segala-galanya. Dan saya sudah menemukannya, tempatnya asyik dan nyaman, pengganjal perutnya very delicious, bisa narsis atau selfie semau gue, serta wi-fi yang tak putus-putus, di mana lagi kalau bukan  Kedai Nona Manis punya.


Jumat, 30 Oktober 2015

Bagaimana Menghadapi Siswa Kinestetik?

“Mbak, kelas ini kelas bermasalah” kata Guru Pamong (GP) ku menunjuk tulisan 8D. Aku bertanya-tanya dalam hati, bermasalah bagaimana?

“Kalau diajar ramai sendiri, sampai sebagian besar guru tidak tahan untuk mengajar mereka. Kalau memang parah, siswa disuruh keluar atau guru mengakhiri pelajaran sebelum waktunya itu sudah biasa mbak” jelas GP seolah-olah beliau mengerti apa yang berbicara di otakku.

Aku adalah orang yang gampangan percaya dengan orang asing. Makanya, akupun langsung percaya akan penjelasan GP. Untuk meningkatkan rasa percayaku pada berita itu, kuniatkan untuk langsung survey ke TKP. Tuhan, sanggupkah aku menghadapi mereka semua?

Benar, mereka sangat sulit untuk diatur. Tidak laki-laki tidak perempuan sama saja. Berpindah-pindah dari kursi satu ke kursi yang lain saat guru menjelaskan pelajaran bukanlah hal yang tabu bagi mereka. Bahkan, ketika guru memperingatkanpun, peringatan itu hanya berjalan melewati telinga mereka, tak digubris. Di mana sopan santun kalian nak?

Jumat, 23 Oktober 2015

Creative of Punishment

Punishment atau hukuman, sanksi adalah sebuah kata yang selalu berkeliaran di sekelilingku. Dari TK sampai mahasiswa, kata itu – apapun bentuknya - selalu saya hindari. Apapun yang terjadi, pokoknya saya gak mau kena hukuman, sumpah malu-maluin. Sering bahkan hampir setiap hari dihukum saat duduk di kelas TK saja itu sudah lebih dari cukup. Dan cukup membuatku kapok. Perlu digaris bawahi bahwasanya mendapat hukuman karena melanggar peraturan adalah moment yang bakalan sulit saya lupain.

Resiko mengambil study jurusan pendidikan adalah back to school . Ya, kembali lagi ke sekolah dengan peran yang berbeda. Bedanya, sekarang saya adalah guru bagi mereka siswa-siswa yang unik. Siswa dikatakan unik, karena memang setiap mereka berbeda satu sama lain. Ada siswa pandai, rajin, semangat belajar, malas sekolah, suka jahil, pendiam, pemalu, banyak bicara, dan masih banyak lagi sifat peserta didik yang kesemuanya itu juga bisa membedakan mereka dalam menyerap ilmu pengetahuan. Di sinilah masalah yang harus dihadapi guru, yaitu sulitnya menentukan metode pembelajaran yang sangat efektif yang memudahkan semua siswa dengan keunikannya masing-masing dapat menerima pelajaran dengan baik. 

Kamis, 22 Oktober 2015

Selamat Hari Santri Nasional

Istilah santri sudah tidak asing lagi di telinga kita. Santri biasa didefinisikan dengan orang-orang yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren. Berbicara santri, pasti di otak kita tidak jauh dengan pakaian taqwa dan juga sarung, benar apa betul? :D Dalam kesempatan kali ini, izinkan jari jemariku membentuk beberapa kalimat untuk kalian para santri di Indonesia. 

Berbahagialah kalian wahai orang-orang yang sedang ataupun telah menyandang gelah santri. Karena bapak Jokowi telah menetapkan untuk kalian sebuah hari yang semoga terus dikenang oleh bangsa. Ya, pada hari Kamis, 15 Oktober 2015 Presiden telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (kompas.com).
Tahukah kalian semua kenapa ada penetapan hari santri nasional???
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri , mungkin pernyataan Bung Karno ini adalah jawaban dari pertanyaan di atas. JASMERAH!

Minggu, 04 Oktober 2015

Salah Alamat????

Lama banget ya coretan gue gak nongol di sini, maklumlah kemarin-kemarin lagi repot KKN atau Kuliah Kerja Nyata. Tau sendiri kan KKN itu gimana?? Dipindahkan ke desa pegunungan yang pastinya sinyalnya ngadat teruuuss. 

Berbicara KKN, apa sih yang ada di pikiran kalian? Kalo ibu-ibu sini mikirnya KKN itu buat bangunan seperti tugu, selesai itu, ya udah selesai dan dapet nilai. Tapiiii, KKN zaman sekarang sudah beda dengan yang dulu lho ya. Kalo kampus gue menamakannya dengan KKN dengan tema POSDAYA berbasis masjid.

POSDAYA??? Makanan apa ya itu?? Jangan tanya, karena gue juga belum tahu ilmunya. Hehe. Yang gue tahu itu adalah pemberdayaan masyarakat dengan masjid sebagai pusatnya. Pokoknya gitu deh.
KKN ini gue diletakkan di Sendang tepatnya di kecamatannya. Jalan desa Sendang tidak seperti desa tetangga-tetangganya yang sulit dijangkau, di Sendang jalannya sudah mulus brow. Hanya satu kelemahan di sini, yakni masalah water,ya airlah yang menjadi masalah, karena di posko kami air mengalir hanya 2 jam dalam sehari. Dari sinilah aku belajar untuk tidak menghambur-hamburkan air. Selalu ada hikmahnya kan?

Sabtu, 16 Mei 2015

Cara Mengubah File PDF ke MS. Word

Assalamualaikum blogger-blogger yang tulisanya makin keren-keren.

Minggu-minggu ini gue lagi disibukkan oleh tugas-tugas yang gak ketulungan sulitnya. Gara-gara mereka gue rela ngorbanin event-event lomba menulis yang diadakan oleh beberapa penerbit indie, *Loh Curcol* . Sebenarnya jari jemari ini sudah gak sabar buat nulis cerita-cerita pendek. Namun, apa boleh dikata, ternyata jari ku lebih memilih menarikan pena untuk tugas-tugas yang bejibun. Karenanya, hanya satu doaku yaitu semoga apa yang gue lakukan diridhoi sehingga bisa berkah di dunia dan akhirat, Amiiiinnnnn.

Saking banyaknya tugas negara *eh* , dan tidak sempatnya gue ke perpustakaan untuk mencari referensi, lebih tepatnya karena gue malas, akhirnya gue nyari bantuan deh sama kyai Google, hehehe. Langsung deh ada beribi-ribu jawaban dari permintaan gue. Namun yang sangat pas dengan apa yang gue inginkan malah ber-file PDF. Ngalamat deh, gue gak bisa copas. huaaaaaaaaa.

Mengubah File PDF ke MS. Word

Sabtu, 25 April 2015

Penggusuran Tanah

Assalamualaikum para blogger-blogger mania, lama banget nih gue tidak menjejakkan pena di sini. Maklum, lagi ketiban tugas seabrek. *yaelah sok sibuk amat* . Oh ya, di sekitaran desa gue trending topicnya adalah mengenai penggusuran tanah. Mengingat-ingat iu, gue langsung punya ide kalau kejadian ini bisa juga dicoretkan di blog yang sudah vaccum beberapa bulan ini.

Senin, 02 Februari 2015

Apa yang Temanku Lakukan?



30 Januari 2015 di Kereta

Tepat pukul 15.00 tadi kereta mengantarkanku meninggalkan bumi arema menuju kota kelahiran, Tulungagung.

Kini aku berada di antara orang-orang yang lagi asyik bermimpi. Dari grup tempat dudukku, hanya aku yang sudah membuka mata. Entah apa yang membuatku terbangun dari tidur pulasku. Yang aku ingat hanyalah aku terperanjat dari tidur seperti telah dikagetkan sesuatu yang tak pernah aku tahu.

Kuliarkan pandanganku dari balik kaca bening kereta. Hamparan hijau terbentang indah menghilangkan rasa kantuk dan membuat mata lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Kulirik sesuatu yang melengkung di lengan kiriku dan kulihat jarum pendek menunjuk angka 5 sedangkan jarum yang lebih panjang darinya menunjuk angka 9. Ini berarti hampir 2 jam aku berada di dalam besi berjalan ini.
Kamis, 15 Januari 2015

Kampung Coklat Blitar

Setelah gue dan teman-teman puas berfoto di candi penataran seperti yang udah gue critakan di postingan sebelumnya, kami pun meluncur ke Kampung Coklat. Perjalanan dari candi penataran ke sana mungkin gak nyampek 15 menit. 

Kampung coklat ini berlokasi di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kab. Blitar. Jika dari Kota Blitar lokasi dapat ditempuh melalui jalan kota yang menuju kearah kademangan, sampai ketemu jembatan Kademangan belok kiri, lurus sampai ketemu pasar kademangan, masih lurus sampai ketemu perempatan menuju kearah lodoyo (Gunung Betet) kemudian belok kiri. ikuti jalan lurus kurang lebih 3 km. lokasi ada di utara jalan atau sisi kiri jalan, dekat dengan perbatasan Desa Plosorejo dengan Desa Darungan Kademangan. Disini kita bisa melihat proses pengolahan kakao, mulai dari pembibitan, panen, penjemuran, penggilingan, grinding, memasak, menghias, dan mengemas (http://separuhaku.blogspot.com/2014/08/manisnya-wisata-ke-kampung-coklat.html).

Masuk di pintu pertama, kami disambut oleh biji-biji kakao yang lagi dikeringkan, ada juga para pekerja yang lagi bertugas dengan biji-biji kakaonya.

Candi Penataran

Sudah seminggu gue n teman-teman merencanakan berlibur ke museum angkut. Itu tuh yang ada di Batu, Malang dan rencananya mampir langsung ke Masjid Turen. Namun ketika mau meluncur membeli tiket, salah satu temen gue mengundurkan diri. Jadinya acara ke sana gatot alias gagal total. Padahal pengen banget ziaroh ke sana. :(

Kalo dibilang kecewa pastinya kecewa banget. Tapi untungnya temenku punya obat buat ngatasi kekecewaan itu. Sebagai penggantinya kita akan jalan-jalan ke kota Blitar untuk mengunjungi candi penataran sekaligus kampung coklat. Horeeee
Minggu, 21 Desember 2014

CITA-CITA MULIA


Besok adalah 22 Desember 2014, pasti ingat kan ada apa di hari itu? Yep, Hari Ibu. Gue jadi ingat sebuah cerita pendek yang dibawakan oleh mahasisiwi PGMI Purwokerto dalam acara FESTIVAL SENI & BUDAYA PGMI in ART 2014 dengan tema “Penggalian Bakat dalam Mewujudkan Eksistensi Seni & Budaya” yang diselenggerakan pada 1 Desember 2014 di kampus gue, IAIN Tulungagung.



Dia bercerita dengan ekspresi wajah yang penuh dengan penghayatan, sehingga membawa penonton terbawa ceritanya. Pantas saja kalau ia pernah juara mendongeng
Rabu, 10 Desember 2014

HOREEE! Aku Berhasil Buat Sertifikat


Seperti biasanya, satu bulan sekali organisasi yang gue ikuti, sebut saja IPNU-IPPNU ranting Bandung sedang menjalani rutinan sebulan sekali, yakni khotmil qur’an. Bertepatan dengan tanggal itu, tanpa gue tahu dan kayaknya gag penting banget kalo gue tahu, ternyata IPNU-IPPNU kecamatan Bandung mengadakan rapat mengenai acara peringatan 1 Muharram 1436 H.

Tepat pukul 09.30 rapat dimulai, sayangnya gue memilih untuk tetap menghadap kitab suci, gak tega saja, ada teman yang mengaji tapi ditinggal sendiri dan tidak ada yang mau ndengerin. 20 menit berjalan
Sabtu, 15 November 2014

Buber + Khotmil Qur'an ARBANETA


Assalamualaikum teman-teman, kembali lagi dengan cerita saya – yang bisa dibilang expired- tentang buber. Upz, kali ini bukan plus reuni, tapi plus khotmil quran!!! Keren kan???
Kalian pasti sudah pernah kan ngelakuin acara tadarus al-Quran?? Apalagi di bulan Ramadhan, pasti tak pernah mau ketinggalan dengan kegiatan itu. Kalo ada acara tadarus gitu, apa sih yang kalian harapkan? Kalo kami sih salah satu nya adalah khataman nya. Hehe
Saya dan teman-teman ARBANETA atau yang disebut Arek Bandung Etan, setiap Ramadhan selalu
Jumat, 07 November 2014

Kejadian Yang Malu - Malu in


Senin, 29 September 2014. Tahukah kalian ada apa dengan hari dan tanggal ini? Yapz, Hari tanggal ini adalah hari yang ditunggu-tunggu mahasiswa FTIK (Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan). Kok ditunggu? Iya, jadi begini ceritanya:

Baru saja STAIN Tulungagung naik status menjadi IAIN Tulungagung, tahu sendiri kan apa akibatnya? Mahasiswa langsung membludak. Tahun ini kampus gue menerima MABA sejumlah kurang lebih dua ribu lima ratus. Wauuuw banget ya ????

BUBER + Reuni SDN Bandung 2 Angkatan '06 Tahun 2014

Hallo semuanya...... Lebaran sudah meninggalkan kita semuanya sebulan lalu, namun sayangnya pada kesempatan kali ini gue akan bercerita kisahku dan kawan-kawan SD pada waktu buka bersama dan reuni di Ramadhan kemarin, gak apa-apa kan telat dikit???
Teman SD???? Whatttt!!!! Emang masih ada??? Ya begitulah. Saya juga gak tau kenapa sampai saat ini kami masih bisa dibilang kompak. Dan teman-teman gue ceritain tentang ini, pasti pertanyaannya kurang lebih seperti itu. Ada juga yang malah curcol, “Koncoku SD ae wes gak karuan parane” (Temenku SD saja sudah gak tau ada di mana, red).
Sekitar delapan tahun yang lalu kami berpisah setelah enam tahun bersama-sama di sebuah lembaga pendidikan yang bernamakan SDN Bandung 2.  

Like Me :)

Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan

Motivasi yang Merusak

 

“Qi!! Aku panggil-panggil tidak ada suara balasan ternyata simedi di sini kamu!” Akmal tersenyum mendapati teman yang dicarinya lagi bermain ponsel pintar di teras belakang.

“Assalamualaikum” ucap Haqi ketus.

“Eh iya lupa brooo, assalamualaikum Haqi” Akmal ikut duduk bersila di samping Haqi menatap hamparan padi.

“Wa’alaikumussalam, kenapa?” tanya Haqi tetap memainkan ponsel pintarnya.

“Gak apa-apa, serius banget situ lagi baca apa emang?” basa-basi Akmal sambil mengambil beberapa butir kacang shanghai di dalam toples.

“Cuma beranda Facebook dari pada nglamun” jawab Haqi santai sambil meletakkan ponsel di sampingnya. “Emang wajah gue terlihat lagi serius?” Haqi mengambil kacang shanghai lalu menatap Akmal.

Satu butir shanghai masuk ke mulut Akmal. “Sudah dari sananya kali Qi”.

“Sebenarnya beranda Facebook yang gue baca barusan gak ada yang menarik, hanya status bocah alay yang lagi galau dan pamer hal yang sepele. Namun karena aku membacanya sambil memikirkan hal lain, jadilah aku seperti membaca informasi penting” jelas Haqi.

Akmal mengangguk sambil mengunyah camilannya.

“Status Facebook seseorang yang hanya berisi keluh kesah namun ngena banget pada ranah pendidikan, menurut gue” Haqi diam sebentar. “Apa sih sulitnya memberikan nilai A pada anak, bukankah anak yang mendapat nilai bagus tambah semangat belajarnya? Kurang lebih begitu statusnya” lanjut Haqi.

“Terus, kamu komentari gimana?”

“Males banget komentari begituan, membacanya saja membuat gue galau apalagi harus debat dengan penulisnya”.

Akmal tertawa.

“Status tersebut berhasil membuatku dilema, Mal. Benar yang dikatakan penulis tersebut, bahwasanya nilai bagus dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar. Menurut teori yang pernah kita pelajari ini termasuk motivasi ekstrinsik atau motivasi yang berada di luar diri kita. Seseorang juga membutuhkan motivasi jenis ini untuk meningkatkan kualitas dirinya. Namun, untuk kasus yang tadi? Bagaimana?”

“Dari tulisan tersebut, saya menyimpulkan bahwa anak atau saudara penulis itu pasti sering mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, dan menulis status itu adalah bentuk protesnya. Pertanyaannya, apakah nilai yang diperoleh itu memang mencerminkan kemampuan anak itu atau memang gurunya yang pelit nilai? Tapi saya lebih condong ke yang pertama” Akmal mengambil beberapa butir shanghai lagi.

Haqi mengangguk.

“Kalau seperti itu, saya setuju dengan pendapatmu yang mengatakan kalau status itu memberikan efek samping pada pendidikan”.

“Lo pikir obat kimia?” sergah Haqi.

Akmal tidak menanggapi gurauan Haqi. “Jika sampai pendapat itu direalisasikan di lapangan atau katakanlah pendidik memberikan nilai yang baik dengan tujuan memotivasi peserta didiknya, maka ijinkan saya menyebut itu dengan istilah motivasi yang merusak. Kenapa merusak? Karena dengan mendapat nilai yang bagus, meski anak akan lebih semangat belajar, namun saya yakin mereka pasti merasa senang dan benar di dalam kesalahan mereka. Kesalahan yang dibenarkan tersebut akan membuat si anak tidak akan mencari hal yang benar. Bagaimana mereka mau mencari kebenaran jika ada yang menilai baik kesalahan mereka?”.

Haqi mengangguk tanda setuju. “Dan pastinya anak-anak akan merasa puas dengan nilai fatamorgana itu”.

“Betul” jawab Akmal sambil membentuk tanda pistol di jarinya.

Konvensi Pendidikan Indonesia VI di Kediri

Assalamualaikum gaaeesss..
Duuuhh lama banget ya aku gak coret-coret ke sini, tuh terakhir Agustus. Ke mana saja memang?
Ke mana aja lah, ke tesis, ke les-les an, ke jualan online, dan yang paling sering adalah ke na serangan malas!!! Hehehehe

Syukurlah gak sampe setahun aku ngelupain nih warung :D.
Lha iya, tumben... Apa sih gerangan yang membuatmu menengok ke sini?
Banyak lah, salah satunya karena dikecewain. Percaya tidak percaya, salah satu hal yang bisa mengobati kekecewaan itu dengan coret-coret. Coba saja kalau mau !!

Eiittsss gak itu saja kok.. Aku bangkit menulis lagi karena dapat pengumuman kalau akan diselenggarakan Konvensi Pendidikan ke VII. Nah, materi yang ke VI saja belum ditulis rapi kok sudah mau VII saja. Hehe. Dari sini merambat deh, jadi keinget acara-acara yang lainnya yang materinya harus disimpan karena mereka bersumber dari orang-orang hebat. Kan sayang kalau dibuang begitu saja. 

Kembali ke judul ya...
Acara Konveksi Pendidikan Indonesia ke VI yang dilaksanakan di The Naff a Creative & Fun School Kediri pada hari Ahad, 1 Juli 2018 ini mengambil tema "Ikhtiar Menumbuhkan Pendidikan yang Mencerahkan". Menghadirkan orang-orang yang profesional di bidang pendidikan yaitu Kentar Budhojo (Founder Sekolah Garasi), Nafik Palil (Founder The Naff, A Creative and Fun School), Najmah Katsir (Kepala MTsNU Pakis Kab. Malang), Sri Saktiani (Founder MI Modern SAKTI Permatahati IBU Tulungagung), dan Lukman Hakim (Founder Sekolah Dolan Malang).

"iPusnas" Cara Mudah Meminjam Buku

Assalamualaikum para kutu buku?? Sudah membaca berapa halamankah hari ini??? Semoga tetap istiqomah walau hanya beberapa lembar ya... 
.
Kata sebagian banyak orang, menjadi kutu buku itu bagus. Karena ini bisa dikatakan sebagai salah satu pertanda orang tersebut ingin meningkatkan mutu dalam dirinya. Selain itu, hal lain yang bisa diperoleh adalah kebahagiaan, bahagia karena bisa melahap tulisan2 apik. Bahagia? Iya. Kenapa tidak? Apakah ada orang yang tidak bahagia ketika mereka beraktivitas sesuai dengan hobinya? 
.
Namun, dunia pasti berisi dua hal yang saling melengkapi. Semoga kita tidak lupa bahwa ada kesedihan di samping kebahagiaan. Lantas, apa yang menyebabkan kutu buku menjadi sedih??  Salah satunya adalah tidak terpenuhinya keinginan membaca buku yang dia idam-idamkan karena beberapa kendala, yang salah satunya adalah harga buku yang cukup expensive. Do you agree??  😁😁

Annoying Experience


Jumat, 11 Desember 2015 – Pagi-pagi sekitar pukul 10an aku dan salah satu temanku bernama Lutfi dibuat jengkel oleh sebuah jasa foto copy. Sekedar informasi saja, tempat foto copy (FC) ini terletak di kecamatan *o***a***, salah satu kecamatan di kota kelahiranku, Tulungagung.

Dibuat jengkel??? Kok bisa??

Jadi ceritanya, aku dan Lutfi mau mengembalikan buku di perpustakaan kampus kami. Nah, sebelum buku-buku itu ke tangan petugas pengembalian buku, kami menfoto copy beberapa lembar yang kami anggap penting dulu. Biasa, semester tua yang selalu dikejar bayang-bayang skripsweet alias skripsi yang ada di otaknya hanyalah buku, buku, dan buku. Bagaimana caranya memperoleh banyak buku, yah walaupun itu hanya diambil segelintir kalimat saja.

Kali ini aku sengaja tidak memilih foto copy dekat kampus seperti biasanya. Alasannya adalah tidak mau antri lama. Tempat foto copy yang aku sebut tadi jauh dari lembaga yang orang-orangnya kerap foto copy kertas-kertas yang dianggap penting. Beda dengan  tempat FC samping kampus yang hampir setiap hari dipenuhi dengan mahasiswa dengan seabrek dokumen yang dicopy, entah itu berupa buku, tugas, makalah, ataupun hanya beberapa kertas saja. Jadi, aku berpikir urusan aku tentang perfotocopian akan cepat selesai jika di FC di tempat itu.

Es Cream Pot Kedai Nona Manis

Refreshing merupakan sebuah kebutuhan hidup manusia, bahkan ada juga yang mengatakan bahwa refreshing sebagai kebutuhan pokok/primer. Saya setuju dengan teori ini, karena apa? Karena tanpa refreshing saya yakin penyakit stress akan mudah menyerang kita. Kesibukan dunia, berfikir keras untuk tugas sekolah/kuliah, masalah baik kecil maupun besar – yang pasti berbeda setiap individunya – pasti selalu datang bergantian atau malah bergerombolan (upsss jangan sampek!) menyerbu kita, karenanya otak dan pikiran kita perlu sesuatu yang namanya refreshing. Meski hanya nongkrong dengan sahabat, kalau itu bisa me-refresh otak, why not?

Nongkrong dengan teman adalah kebahagiaan tersendiri bagiku, apalagi kalau teman itu sudah lama tidak bertemu, pastilah membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk ngobrolin semuanya. Supaya betah berlama-lama, maka kita harus bisa pilah-pilih tempat tongkrongan yang asyik, keren, kekinian, dan nyaman segala-galanya. Dan saya sudah menemukannya, tempatnya asyik dan nyaman, pengganjal perutnya very delicious, bisa narsis atau selfie semau gue, serta wi-fi yang tak putus-putus, di mana lagi kalau bukan  Kedai Nona Manis punya.


Bagaimana Menghadapi Siswa Kinestetik?

“Mbak, kelas ini kelas bermasalah” kata Guru Pamong (GP) ku menunjuk tulisan 8D. Aku bertanya-tanya dalam hati, bermasalah bagaimana?

“Kalau diajar ramai sendiri, sampai sebagian besar guru tidak tahan untuk mengajar mereka. Kalau memang parah, siswa disuruh keluar atau guru mengakhiri pelajaran sebelum waktunya itu sudah biasa mbak” jelas GP seolah-olah beliau mengerti apa yang berbicara di otakku.

Aku adalah orang yang gampangan percaya dengan orang asing. Makanya, akupun langsung percaya akan penjelasan GP. Untuk meningkatkan rasa percayaku pada berita itu, kuniatkan untuk langsung survey ke TKP. Tuhan, sanggupkah aku menghadapi mereka semua?

Benar, mereka sangat sulit untuk diatur. Tidak laki-laki tidak perempuan sama saja. Berpindah-pindah dari kursi satu ke kursi yang lain saat guru menjelaskan pelajaran bukanlah hal yang tabu bagi mereka. Bahkan, ketika guru memperingatkanpun, peringatan itu hanya berjalan melewati telinga mereka, tak digubris. Di mana sopan santun kalian nak?

Creative of Punishment

Punishment atau hukuman, sanksi adalah sebuah kata yang selalu berkeliaran di sekelilingku. Dari TK sampai mahasiswa, kata itu – apapun bentuknya - selalu saya hindari. Apapun yang terjadi, pokoknya saya gak mau kena hukuman, sumpah malu-maluin. Sering bahkan hampir setiap hari dihukum saat duduk di kelas TK saja itu sudah lebih dari cukup. Dan cukup membuatku kapok. Perlu digaris bawahi bahwasanya mendapat hukuman karena melanggar peraturan adalah moment yang bakalan sulit saya lupain.

Resiko mengambil study jurusan pendidikan adalah back to school . Ya, kembali lagi ke sekolah dengan peran yang berbeda. Bedanya, sekarang saya adalah guru bagi mereka siswa-siswa yang unik. Siswa dikatakan unik, karena memang setiap mereka berbeda satu sama lain. Ada siswa pandai, rajin, semangat belajar, malas sekolah, suka jahil, pendiam, pemalu, banyak bicara, dan masih banyak lagi sifat peserta didik yang kesemuanya itu juga bisa membedakan mereka dalam menyerap ilmu pengetahuan. Di sinilah masalah yang harus dihadapi guru, yaitu sulitnya menentukan metode pembelajaran yang sangat efektif yang memudahkan semua siswa dengan keunikannya masing-masing dapat menerima pelajaran dengan baik. 

Selamat Hari Santri Nasional

Istilah santri sudah tidak asing lagi di telinga kita. Santri biasa didefinisikan dengan orang-orang yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren. Berbicara santri, pasti di otak kita tidak jauh dengan pakaian taqwa dan juga sarung, benar apa betul? :D Dalam kesempatan kali ini, izinkan jari jemariku membentuk beberapa kalimat untuk kalian para santri di Indonesia. 

Berbahagialah kalian wahai orang-orang yang sedang ataupun telah menyandang gelah santri. Karena bapak Jokowi telah menetapkan untuk kalian sebuah hari yang semoga terus dikenang oleh bangsa. Ya, pada hari Kamis, 15 Oktober 2015 Presiden telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (kompas.com).
Tahukah kalian semua kenapa ada penetapan hari santri nasional???
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri , mungkin pernyataan Bung Karno ini adalah jawaban dari pertanyaan di atas. JASMERAH!

Salah Alamat????

Lama banget ya coretan gue gak nongol di sini, maklumlah kemarin-kemarin lagi repot KKN atau Kuliah Kerja Nyata. Tau sendiri kan KKN itu gimana?? Dipindahkan ke desa pegunungan yang pastinya sinyalnya ngadat teruuuss. 

Berbicara KKN, apa sih yang ada di pikiran kalian? Kalo ibu-ibu sini mikirnya KKN itu buat bangunan seperti tugu, selesai itu, ya udah selesai dan dapet nilai. Tapiiii, KKN zaman sekarang sudah beda dengan yang dulu lho ya. Kalo kampus gue menamakannya dengan KKN dengan tema POSDAYA berbasis masjid.

POSDAYA??? Makanan apa ya itu?? Jangan tanya, karena gue juga belum tahu ilmunya. Hehe. Yang gue tahu itu adalah pemberdayaan masyarakat dengan masjid sebagai pusatnya. Pokoknya gitu deh.
KKN ini gue diletakkan di Sendang tepatnya di kecamatannya. Jalan desa Sendang tidak seperti desa tetangga-tetangganya yang sulit dijangkau, di Sendang jalannya sudah mulus brow. Hanya satu kelemahan di sini, yakni masalah water,ya airlah yang menjadi masalah, karena di posko kami air mengalir hanya 2 jam dalam sehari. Dari sinilah aku belajar untuk tidak menghambur-hamburkan air. Selalu ada hikmahnya kan?

Cara Mengubah File PDF ke MS. Word

Assalamualaikum blogger-blogger yang tulisanya makin keren-keren.

Minggu-minggu ini gue lagi disibukkan oleh tugas-tugas yang gak ketulungan sulitnya. Gara-gara mereka gue rela ngorbanin event-event lomba menulis yang diadakan oleh beberapa penerbit indie, *Loh Curcol* . Sebenarnya jari jemari ini sudah gak sabar buat nulis cerita-cerita pendek. Namun, apa boleh dikata, ternyata jari ku lebih memilih menarikan pena untuk tugas-tugas yang bejibun. Karenanya, hanya satu doaku yaitu semoga apa yang gue lakukan diridhoi sehingga bisa berkah di dunia dan akhirat, Amiiiinnnnn.

Saking banyaknya tugas negara *eh* , dan tidak sempatnya gue ke perpustakaan untuk mencari referensi, lebih tepatnya karena gue malas, akhirnya gue nyari bantuan deh sama kyai Google, hehehe. Langsung deh ada beribi-ribu jawaban dari permintaan gue. Namun yang sangat pas dengan apa yang gue inginkan malah ber-file PDF. Ngalamat deh, gue gak bisa copas. huaaaaaaaaa.

Mengubah File PDF ke MS. Word

Penggusuran Tanah

Assalamualaikum para blogger-blogger mania, lama banget nih gue tidak menjejakkan pena di sini. Maklum, lagi ketiban tugas seabrek. *yaelah sok sibuk amat* . Oh ya, di sekitaran desa gue trending topicnya adalah mengenai penggusuran tanah. Mengingat-ingat iu, gue langsung punya ide kalau kejadian ini bisa juga dicoretkan di blog yang sudah vaccum beberapa bulan ini.

Apa yang Temanku Lakukan?



30 Januari 2015 di Kereta

Tepat pukul 15.00 tadi kereta mengantarkanku meninggalkan bumi arema menuju kota kelahiran, Tulungagung.

Kini aku berada di antara orang-orang yang lagi asyik bermimpi. Dari grup tempat dudukku, hanya aku yang sudah membuka mata. Entah apa yang membuatku terbangun dari tidur pulasku. Yang aku ingat hanyalah aku terperanjat dari tidur seperti telah dikagetkan sesuatu yang tak pernah aku tahu.

Kuliarkan pandanganku dari balik kaca bening kereta. Hamparan hijau terbentang indah menghilangkan rasa kantuk dan membuat mata lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Kulirik sesuatu yang melengkung di lengan kiriku dan kulihat jarum pendek menunjuk angka 5 sedangkan jarum yang lebih panjang darinya menunjuk angka 9. Ini berarti hampir 2 jam aku berada di dalam besi berjalan ini.

Kampung Coklat Blitar

Setelah gue dan teman-teman puas berfoto di candi penataran seperti yang udah gue critakan di postingan sebelumnya, kami pun meluncur ke Kampung Coklat. Perjalanan dari candi penataran ke sana mungkin gak nyampek 15 menit. 

Kampung coklat ini berlokasi di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kab. Blitar. Jika dari Kota Blitar lokasi dapat ditempuh melalui jalan kota yang menuju kearah kademangan, sampai ketemu jembatan Kademangan belok kiri, lurus sampai ketemu pasar kademangan, masih lurus sampai ketemu perempatan menuju kearah lodoyo (Gunung Betet) kemudian belok kiri. ikuti jalan lurus kurang lebih 3 km. lokasi ada di utara jalan atau sisi kiri jalan, dekat dengan perbatasan Desa Plosorejo dengan Desa Darungan Kademangan. Disini kita bisa melihat proses pengolahan kakao, mulai dari pembibitan, panen, penjemuran, penggilingan, grinding, memasak, menghias, dan mengemas (http://separuhaku.blogspot.com/2014/08/manisnya-wisata-ke-kampung-coklat.html).

Masuk di pintu pertama, kami disambut oleh biji-biji kakao yang lagi dikeringkan, ada juga para pekerja yang lagi bertugas dengan biji-biji kakaonya.

Candi Penataran

Sudah seminggu gue n teman-teman merencanakan berlibur ke museum angkut. Itu tuh yang ada di Batu, Malang dan rencananya mampir langsung ke Masjid Turen. Namun ketika mau meluncur membeli tiket, salah satu temen gue mengundurkan diri. Jadinya acara ke sana gatot alias gagal total. Padahal pengen banget ziaroh ke sana. :(

Kalo dibilang kecewa pastinya kecewa banget. Tapi untungnya temenku punya obat buat ngatasi kekecewaan itu. Sebagai penggantinya kita akan jalan-jalan ke kota Blitar untuk mengunjungi candi penataran sekaligus kampung coklat. Horeeee

CITA-CITA MULIA


Besok adalah 22 Desember 2014, pasti ingat kan ada apa di hari itu? Yep, Hari Ibu. Gue jadi ingat sebuah cerita pendek yang dibawakan oleh mahasisiwi PGMI Purwokerto dalam acara FESTIVAL SENI & BUDAYA PGMI in ART 2014 dengan tema “Penggalian Bakat dalam Mewujudkan Eksistensi Seni & Budaya” yang diselenggerakan pada 1 Desember 2014 di kampus gue, IAIN Tulungagung.



Dia bercerita dengan ekspresi wajah yang penuh dengan penghayatan, sehingga membawa penonton terbawa ceritanya. Pantas saja kalau ia pernah juara mendongeng

HOREEE! Aku Berhasil Buat Sertifikat


Seperti biasanya, satu bulan sekali organisasi yang gue ikuti, sebut saja IPNU-IPPNU ranting Bandung sedang menjalani rutinan sebulan sekali, yakni khotmil qur’an. Bertepatan dengan tanggal itu, tanpa gue tahu dan kayaknya gag penting banget kalo gue tahu, ternyata IPNU-IPPNU kecamatan Bandung mengadakan rapat mengenai acara peringatan 1 Muharram 1436 H.

Tepat pukul 09.30 rapat dimulai, sayangnya gue memilih untuk tetap menghadap kitab suci, gak tega saja, ada teman yang mengaji tapi ditinggal sendiri dan tidak ada yang mau ndengerin. 20 menit berjalan

Buber + Khotmil Qur'an ARBANETA


Assalamualaikum teman-teman, kembali lagi dengan cerita saya – yang bisa dibilang expired- tentang buber. Upz, kali ini bukan plus reuni, tapi plus khotmil quran!!! Keren kan???
Kalian pasti sudah pernah kan ngelakuin acara tadarus al-Quran?? Apalagi di bulan Ramadhan, pasti tak pernah mau ketinggalan dengan kegiatan itu. Kalo ada acara tadarus gitu, apa sih yang kalian harapkan? Kalo kami sih salah satu nya adalah khataman nya. Hehe
Saya dan teman-teman ARBANETA atau yang disebut Arek Bandung Etan, setiap Ramadhan selalu

Kejadian Yang Malu - Malu in


Senin, 29 September 2014. Tahukah kalian ada apa dengan hari dan tanggal ini? Yapz, Hari tanggal ini adalah hari yang ditunggu-tunggu mahasiswa FTIK (Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan). Kok ditunggu? Iya, jadi begini ceritanya:

Baru saja STAIN Tulungagung naik status menjadi IAIN Tulungagung, tahu sendiri kan apa akibatnya? Mahasiswa langsung membludak. Tahun ini kampus gue menerima MABA sejumlah kurang lebih dua ribu lima ratus. Wauuuw banget ya ????

BUBER + Reuni SDN Bandung 2 Angkatan '06 Tahun 2014

Hallo semuanya...... Lebaran sudah meninggalkan kita semuanya sebulan lalu, namun sayangnya pada kesempatan kali ini gue akan bercerita kisahku dan kawan-kawan SD pada waktu buka bersama dan reuni di Ramadhan kemarin, gak apa-apa kan telat dikit???
Teman SD???? Whatttt!!!! Emang masih ada??? Ya begitulah. Saya juga gak tau kenapa sampai saat ini kami masih bisa dibilang kompak. Dan teman-teman gue ceritain tentang ini, pasti pertanyaannya kurang lebih seperti itu. Ada juga yang malah curcol, “Koncoku SD ae wes gak karuan parane” (Temenku SD saja sudah gak tau ada di mana, red).
Sekitar delapan tahun yang lalu kami berpisah setelah enam tahun bersama-sama di sebuah lembaga pendidikan yang bernamakan SDN Bandung 2.  
Blog Design by W-Blog