Kamis, 15 Januari 2015

Kampung Coklat Blitar

Setelah gue dan teman-teman puas berfoto di candi penataran seperti yang udah gue critakan di postingan sebelumnya, kami pun meluncur ke Kampung Coklat. Perjalanan dari candi penataran ke sana mungkin gak nyampek 15 menit. 

Kampung coklat ini berlokasi di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kab. Blitar. Jika dari Kota Blitar lokasi dapat ditempuh melalui jalan kota yang menuju kearah kademangan, sampai ketemu jembatan Kademangan belok kiri, lurus sampai ketemu pasar kademangan, masih lurus sampai ketemu perempatan menuju kearah lodoyo (Gunung Betet) kemudian belok kiri. ikuti jalan lurus kurang lebih 3 km. lokasi ada di utara jalan atau sisi kiri jalan, dekat dengan perbatasan Desa Plosorejo dengan Desa Darungan Kademangan. Disini kita bisa melihat proses pengolahan kakao, mulai dari pembibitan, panen, penjemuran, penggilingan, grinding, memasak, menghias, dan mengemas (http://separuhaku.blogspot.com/2014/08/manisnya-wisata-ke-kampung-coklat.html).

Masuk di pintu pertama, kami disambut oleh biji-biji kakao yang lagi dikeringkan, ada juga para pekerja yang lagi bertugas dengan biji-biji kakaonya.

Lalu masuk pada pintu utama, kami disambut oleh tulisan Welcome to Kampung Coklat yang bertengger di atas.


Masuk ke dalam kami disambut oleh pohon coklat yang rindang yang sebagiannya menampakkan larangan agar tidak memetik buahnya. 


Di dalam juga ada penjual makanan dan minuman, baik yang berbau coklat ataupun yang tidak. So, gag usah khawatir bakal kelaperan atau kehausan, hehe. Dari makanan yang ada, satu yang menarik perhatian kami, ini dia :

Mie Coklat - Kampung Coklat

Penasaran bingit dengan makanan itu, banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepala kami, apakah mi rasa coklat ataukah hanya mi yang diwarna coklat? Entahlah, meskipun penasaran menyelimuti kami, tapi kami tetep saja tak berkenan untuk merogoh kantong buat membelinya. Mungkin kalian blogger-blogger lain yang sudah merasakan bisa di share di kolom komentar sini. Hehe

Oh ya, sambil jalan-jalan melihat keadaan kampung coklat, kegiatan jeprat jepret tetap terlaksana.




Selesai berkeliling dan berfoto-foto kamipun memesan original chocholate ice dan menikmatinya di bawah rindangnya pohon coklat dengan ayunan lagu yang diputar oleh kru kampung coklat. Ternyata sudah ada lho lagunya Kampung Coklat. Tapi gue gag tahu gimana liriknya.


Merasa sudah lama duduk-duduk di situ, kami pun segera pulang. Tapi sebelumnya kami mampir dulu di Gallery Coklat. Gallery Coklat adalah tempat yang menyediakan bermacam-macam coklat yang juga bervariasi harganya. Selain itu, di sini juga menjual gantung kunci dan pin bernamakan kampung coklat. Yang berkunjung ke sini, jangan lupa belanja di gallery Coklat cari oleh-oleh buat keluarga, saudara, ataupun teman-temannya.

Di gallery coklat tersebut disediakan juga beberapa coklat yang bisa dicoba dengan gratis tentunya, di sinilah tempat penyesalan kami. Kenapa juga gak mencoba semuanya? Kan lumayan bisa merasakan dengan gratis. Wkwkwk lol

4 komentar:

  1. Wah saat kami ke sana bulan Desember belum ada mie coklatnya, sayang kok ga dicoba Mbak?
    Salam kenal dari Keluarga Biru, mampir ke blog kami ya. http://www.keluargabiru.com/2015/01/serunya-berlibur-di-kampung-coklat.html

    BalasHapus
  2. Ayooo bu zainun kapan q diantar ke sana..?

    BalasHapus

Like Me :)

Kampung Coklat Blitar

Setelah gue dan teman-teman puas berfoto di candi penataran seperti yang udah gue critakan di postingan sebelumnya, kami pun meluncur ke Kampung Coklat. Perjalanan dari candi penataran ke sana mungkin gak nyampek 15 menit. 

Kampung coklat ini berlokasi di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kab. Blitar. Jika dari Kota Blitar lokasi dapat ditempuh melalui jalan kota yang menuju kearah kademangan, sampai ketemu jembatan Kademangan belok kiri, lurus sampai ketemu pasar kademangan, masih lurus sampai ketemu perempatan menuju kearah lodoyo (Gunung Betet) kemudian belok kiri. ikuti jalan lurus kurang lebih 3 km. lokasi ada di utara jalan atau sisi kiri jalan, dekat dengan perbatasan Desa Plosorejo dengan Desa Darungan Kademangan. Disini kita bisa melihat proses pengolahan kakao, mulai dari pembibitan, panen, penjemuran, penggilingan, grinding, memasak, menghias, dan mengemas (http://separuhaku.blogspot.com/2014/08/manisnya-wisata-ke-kampung-coklat.html).

Masuk di pintu pertama, kami disambut oleh biji-biji kakao yang lagi dikeringkan, ada juga para pekerja yang lagi bertugas dengan biji-biji kakaonya.

Lalu masuk pada pintu utama, kami disambut oleh tulisan Welcome to Kampung Coklat yang bertengger di atas.


Masuk ke dalam kami disambut oleh pohon coklat yang rindang yang sebagiannya menampakkan larangan agar tidak memetik buahnya. 


Di dalam juga ada penjual makanan dan minuman, baik yang berbau coklat ataupun yang tidak. So, gag usah khawatir bakal kelaperan atau kehausan, hehe. Dari makanan yang ada, satu yang menarik perhatian kami, ini dia :

Mie Coklat - Kampung Coklat

Penasaran bingit dengan makanan itu, banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepala kami, apakah mi rasa coklat ataukah hanya mi yang diwarna coklat? Entahlah, meskipun penasaran menyelimuti kami, tapi kami tetep saja tak berkenan untuk merogoh kantong buat membelinya. Mungkin kalian blogger-blogger lain yang sudah merasakan bisa di share di kolom komentar sini. Hehe

Oh ya, sambil jalan-jalan melihat keadaan kampung coklat, kegiatan jeprat jepret tetap terlaksana.




Selesai berkeliling dan berfoto-foto kamipun memesan original chocholate ice dan menikmatinya di bawah rindangnya pohon coklat dengan ayunan lagu yang diputar oleh kru kampung coklat. Ternyata sudah ada lho lagunya Kampung Coklat. Tapi gue gag tahu gimana liriknya.


Merasa sudah lama duduk-duduk di situ, kami pun segera pulang. Tapi sebelumnya kami mampir dulu di Gallery Coklat. Gallery Coklat adalah tempat yang menyediakan bermacam-macam coklat yang juga bervariasi harganya. Selain itu, di sini juga menjual gantung kunci dan pin bernamakan kampung coklat. Yang berkunjung ke sini, jangan lupa belanja di gallery Coklat cari oleh-oleh buat keluarga, saudara, ataupun teman-temannya.

Di gallery coklat tersebut disediakan juga beberapa coklat yang bisa dicoba dengan gratis tentunya, di sinilah tempat penyesalan kami. Kenapa juga gak mencoba semuanya? Kan lumayan bisa merasakan dengan gratis. Wkwkwk lol

4 komentar:

  1. Wah saat kami ke sana bulan Desember belum ada mie coklatnya, sayang kok ga dicoba Mbak?
    Salam kenal dari Keluarga Biru, mampir ke blog kami ya. http://www.keluargabiru.com/2015/01/serunya-berlibur-di-kampung-coklat.html

    BalasHapus
  2. Ayooo bu zainun kapan q diantar ke sana..?

    BalasHapus

Blog Design by W-Blog