Sabtu, 06 Juni 2015

Review Buku Menapak Jejak Amien Rais - Hanum Salsabiela Rais


Menapak Jejak Amien Rais

Judul : Menapak Jejak Amien Rais_Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta
Penulis : Hanum Salsabiela Rais
Penerbit : Erlangga
Tahun terbit : 2010
Cetakan Pertama

Buku ini merupakan kakak dari novel 99 Cahaya di Langit Eropa. Meski buku ini yang pertama lahir, namun aku menjadikannya bacaan yang terakhir setelah membaca 99 Cahaya di Langit Eropa, Berjalan di Atas Cahaya, dan Bulan Terbelah di Langit Amerika. Maklum, karena aku mengetahui buku pertama mbak Hanum ini dalam buku-buku tersebut. Setelah menkhatamkan buku-bukunya mbak Hanum itu, di bagian akhir selalu ditayangkan buku-buku yang memuat tulisan beliau. Menapak Jejak Amien Rais lah salah satunya, dan merupakan salah satu buku yang belum pernah aku lihat.


Tulisan-tulisan mbak Hanum –yang pernah aku baca- yang renyah dan mempunyai kualitas tertentu untuk dibaca, membuat aku penasaran dengan buku pertamanya. Di setiap mendatangi took-toko buku, aku selalu mencarinya dan tak pernah aku menemukannya. Hingga ketika aku mulai melupakannya, buku ini muncul di hadapanku saat aku memilah-milah buku di rak buku perpustakaan daerah (PERPUSDA) Tulungagung. Tanpa pertimbangan dan tanpa mikir panjang, aku pun langsung menyomotnya dan siap menjelajahi bab per babnya.

Ternyata buku ini sama dengan buku-buku mbak Hanum lainnya, begitu renyah untuk dinikmati. Dalam buku pertamanya, mbak Hanum mencoba menuliskan kembali sebagian kisah-kisah yang menariknya bersama ayahandanya Amien Rais. Selain itu, beliau juga menuliskan sifat, sikap, ide, kebijakan, dan kejadian-kejadian yang ada pada diri pak Amien Rais. Lewat bukunya inilah, mbak Hanum mencoba mengenalkan pak Amien Rais yang apa adanya untuk bangsa Indonesia.

Pak Amien Rais adalah seorang yang selalu kritis terhadap lingkungannya. Beliau selalu berusaha untuk mensejahterakan bangsa Indonesia. Beliau berani melakukan apapun asalkan itu demi kebaikan rakyat Indonesia, meski harus menentang pemerintahan sekalipun. Salah satu cerita di buku itu yang aku ingat adalah ketika pemerintahan Orde Baru mewajibkan memakai sepatu hitam yang seragam ketika sekolah. Di saat terjadi krisis ekonomi dan susahnya mencari dana untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat malah dibuat tambah gelisah dengan peraturan tersebut. Pastinya ini sangat sulit untuk masyarakat Indonesia saat itu.

Namun yang terjadi masyarakat malah menjalankan aturan itu. “Itu karena mereka takut” ucap pak Amien Rais. Dengan kejadian tersebut, pak Amien Rais dengan keberaniannya melontarkan kritik yang sangat tajam dan tetap santun pada pemerintah Orde Baru. Memang dibutuhkan keberanian yang luar biasa dalam hal ini, namun dengan berprinsip “Hanya takut pada Allah dan Ibu” beliau bisa menyingkirkan ketakutannya.

Cerita lain yang menunjukkan pak Amien Rais sangat peduli pada rakyatnya adalah ketika beliau menyuruh mbak Hanum untuk membeli sapu pada pedagang keliling. Mbak Hanum dengan bangga bercerita bahwasanya dia telah menawar sapu hingga 50 % dari harga aslinya. Mendengar cerita putrinya itu, pak Amien Rais malah menatapnya dengan tatapan marah dan menyuruh mbak Hanum untuk mengejar tukang sapu itu dan memberikan uang yang seharusnya dibayar tadi.

Itulah Pak Amien Rais yang selalu lebih mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Aku jadi teringat masa kecilku, ketika ayahku menempelkan stiker bergambar pak Amien Rais lantas ada orang yang berujar kurang lebih seperti ini, “Nah, yo kui lho pemimpin sing apik” (Nah, itulah pemimpin yang baik). setelah membaca buku ini, tidak salah memang orang itu berpendapat hal tersebut. 

Ini adalah salah satu pribadi pak Amien Rais yang baik, dan masih banyak lagi - yang lain yang patut diacungi jempol – yang akan didapatkan lewat membaca buku ini. Beberapa wejangan beliau kepada putrinya mungkin juga bisa kita terapkan pada kehidupan sehari-hari kita.

3 komentar:

  1. wow,, jadi pengen baca bukunya,,
    reviewnya keren hahaii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih,
      Semoga bisa segera tercapai keinginannya untuk membaca buku ini, hehe :)

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Like Me :)

Review Buku Menapak Jejak Amien Rais - Hanum Salsabiela Rais


Menapak Jejak Amien Rais

Judul : Menapak Jejak Amien Rais_Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta
Penulis : Hanum Salsabiela Rais
Penerbit : Erlangga
Tahun terbit : 2010
Cetakan Pertama

Buku ini merupakan kakak dari novel 99 Cahaya di Langit Eropa. Meski buku ini yang pertama lahir, namun aku menjadikannya bacaan yang terakhir setelah membaca 99 Cahaya di Langit Eropa, Berjalan di Atas Cahaya, dan Bulan Terbelah di Langit Amerika. Maklum, karena aku mengetahui buku pertama mbak Hanum ini dalam buku-buku tersebut. Setelah menkhatamkan buku-bukunya mbak Hanum itu, di bagian akhir selalu ditayangkan buku-buku yang memuat tulisan beliau. Menapak Jejak Amien Rais lah salah satunya, dan merupakan salah satu buku yang belum pernah aku lihat.


Tulisan-tulisan mbak Hanum –yang pernah aku baca- yang renyah dan mempunyai kualitas tertentu untuk dibaca, membuat aku penasaran dengan buku pertamanya. Di setiap mendatangi took-toko buku, aku selalu mencarinya dan tak pernah aku menemukannya. Hingga ketika aku mulai melupakannya, buku ini muncul di hadapanku saat aku memilah-milah buku di rak buku perpustakaan daerah (PERPUSDA) Tulungagung. Tanpa pertimbangan dan tanpa mikir panjang, aku pun langsung menyomotnya dan siap menjelajahi bab per babnya.

Ternyata buku ini sama dengan buku-buku mbak Hanum lainnya, begitu renyah untuk dinikmati. Dalam buku pertamanya, mbak Hanum mencoba menuliskan kembali sebagian kisah-kisah yang menariknya bersama ayahandanya Amien Rais. Selain itu, beliau juga menuliskan sifat, sikap, ide, kebijakan, dan kejadian-kejadian yang ada pada diri pak Amien Rais. Lewat bukunya inilah, mbak Hanum mencoba mengenalkan pak Amien Rais yang apa adanya untuk bangsa Indonesia.

Pak Amien Rais adalah seorang yang selalu kritis terhadap lingkungannya. Beliau selalu berusaha untuk mensejahterakan bangsa Indonesia. Beliau berani melakukan apapun asalkan itu demi kebaikan rakyat Indonesia, meski harus menentang pemerintahan sekalipun. Salah satu cerita di buku itu yang aku ingat adalah ketika pemerintahan Orde Baru mewajibkan memakai sepatu hitam yang seragam ketika sekolah. Di saat terjadi krisis ekonomi dan susahnya mencari dana untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat malah dibuat tambah gelisah dengan peraturan tersebut. Pastinya ini sangat sulit untuk masyarakat Indonesia saat itu.

Namun yang terjadi masyarakat malah menjalankan aturan itu. “Itu karena mereka takut” ucap pak Amien Rais. Dengan kejadian tersebut, pak Amien Rais dengan keberaniannya melontarkan kritik yang sangat tajam dan tetap santun pada pemerintah Orde Baru. Memang dibutuhkan keberanian yang luar biasa dalam hal ini, namun dengan berprinsip “Hanya takut pada Allah dan Ibu” beliau bisa menyingkirkan ketakutannya.

Cerita lain yang menunjukkan pak Amien Rais sangat peduli pada rakyatnya adalah ketika beliau menyuruh mbak Hanum untuk membeli sapu pada pedagang keliling. Mbak Hanum dengan bangga bercerita bahwasanya dia telah menawar sapu hingga 50 % dari harga aslinya. Mendengar cerita putrinya itu, pak Amien Rais malah menatapnya dengan tatapan marah dan menyuruh mbak Hanum untuk mengejar tukang sapu itu dan memberikan uang yang seharusnya dibayar tadi.

Itulah Pak Amien Rais yang selalu lebih mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Aku jadi teringat masa kecilku, ketika ayahku menempelkan stiker bergambar pak Amien Rais lantas ada orang yang berujar kurang lebih seperti ini, “Nah, yo kui lho pemimpin sing apik” (Nah, itulah pemimpin yang baik). setelah membaca buku ini, tidak salah memang orang itu berpendapat hal tersebut. 

Ini adalah salah satu pribadi pak Amien Rais yang baik, dan masih banyak lagi - yang lain yang patut diacungi jempol – yang akan didapatkan lewat membaca buku ini. Beberapa wejangan beliau kepada putrinya mungkin juga bisa kita terapkan pada kehidupan sehari-hari kita.

3 komentar:

  1. wow,, jadi pengen baca bukunya,,
    reviewnya keren hahaii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih,
      Semoga bisa segera tercapai keinginannya untuk membaca buku ini, hehe :)

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Blog Design by W-Blog