Senin, 21 Desember 2015

Nona Manis Part 2 : Kesenangan Dunia Hanya Sementara

Sebelum pelaksanaan PPL - Diajak Zuhria ke Kopi Paste menjadikanku berhutang waktu padanya. Kami sepakat, setelah aku diajak ke tempat tongkrongan yang menyediakan buku-buku itu, aku juga harus mau menemani dirinya ke Kedai Nona Manis. Sebagai teman yang baik, aku harus menepati janji itu dan akhirnya jadilah kami berempat (aku, Zuhria, Hima, dan Saptria) bersantai ria di kedai tersebut.

Sesampai di sana, setelah memesan beberapa makanan dan minuman pengganjal perut, seperti biasanya kami bernarsis ria untuk mengabadikan moment-moment di tempat yang cukup asyik bersama teman-teman seperjuangan.

Kuliner Nona Manis Tulungagung



Narsis di Kedai Nona Manis Tulungagung


Dari foto-foto tersebut, dapat dilihat betapa senang dan bahagianya kami bisa ngopi sejenak setelah menjalankan KKN di pedesaan dan sebelum memikirkan tugas negara di sekolah-sekolah untuk menerapkan ilmu kami di hadapan para peserta didik. Biarkan ini menjadi waktu kami untuk refreshing dan menghilangkan penat karena memikirkan kewajiban kami sebagai mahasiswa.

Memang, tak ada yang abadi di dunia fana ini, semuanya akan berjalan layaknya roda berputar. Kesenanganku tersebut lenyap seketika ketika kami keluar dari kedai kudapati INK merah marunku tidak berada di tempat di mana aku meletakkannya tadi. Ya, helm ku satu-satunya telah raib dibawa oleh orang bertangan panjang yang tamak akan kehidupan dunia yang hanya sementara ini.

Susah, kecewa, marah menjadi satu dalam perasaan ini. dan aku tak bisa terus-terusan seperti ini, mungkin ini cara Tuhan menegurku agar dalam keadaan senang aku juga harus ingat pada-Nya. Itulah caraku menghilangkan rasa jengkelku pada perbuatan keji tersebut. Aku percaya bahwasanya CCTV Allah tak pernah mati walau hanya sekedipan mata saja. Dan selalu yakin bahwasanya perbuatan buruk sekecil apapun pasti akan ada balasannya dan begitupun sebaliknya.

Doaku, semoga para pencuri di bumi pertiwi ini diberi hidayah oleh Allah sehingga segera menyadari kekhilafannya. Amiiiinnn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Like Me :)

Nona Manis Part 2 : Kesenangan Dunia Hanya Sementara

Sebelum pelaksanaan PPL - Diajak Zuhria ke Kopi Paste menjadikanku berhutang waktu padanya. Kami sepakat, setelah aku diajak ke tempat tongkrongan yang menyediakan buku-buku itu, aku juga harus mau menemani dirinya ke Kedai Nona Manis. Sebagai teman yang baik, aku harus menepati janji itu dan akhirnya jadilah kami berempat (aku, Zuhria, Hima, dan Saptria) bersantai ria di kedai tersebut.

Sesampai di sana, setelah memesan beberapa makanan dan minuman pengganjal perut, seperti biasanya kami bernarsis ria untuk mengabadikan moment-moment di tempat yang cukup asyik bersama teman-teman seperjuangan.

Kuliner Nona Manis Tulungagung



Narsis di Kedai Nona Manis Tulungagung


Dari foto-foto tersebut, dapat dilihat betapa senang dan bahagianya kami bisa ngopi sejenak setelah menjalankan KKN di pedesaan dan sebelum memikirkan tugas negara di sekolah-sekolah untuk menerapkan ilmu kami di hadapan para peserta didik. Biarkan ini menjadi waktu kami untuk refreshing dan menghilangkan penat karena memikirkan kewajiban kami sebagai mahasiswa.

Memang, tak ada yang abadi di dunia fana ini, semuanya akan berjalan layaknya roda berputar. Kesenanganku tersebut lenyap seketika ketika kami keluar dari kedai kudapati INK merah marunku tidak berada di tempat di mana aku meletakkannya tadi. Ya, helm ku satu-satunya telah raib dibawa oleh orang bertangan panjang yang tamak akan kehidupan dunia yang hanya sementara ini.

Susah, kecewa, marah menjadi satu dalam perasaan ini. dan aku tak bisa terus-terusan seperti ini, mungkin ini cara Tuhan menegurku agar dalam keadaan senang aku juga harus ingat pada-Nya. Itulah caraku menghilangkan rasa jengkelku pada perbuatan keji tersebut. Aku percaya bahwasanya CCTV Allah tak pernah mati walau hanya sekedipan mata saja. Dan selalu yakin bahwasanya perbuatan buruk sekecil apapun pasti akan ada balasannya dan begitupun sebaliknya.

Doaku, semoga para pencuri di bumi pertiwi ini diberi hidayah oleh Allah sehingga segera menyadari kekhilafannya. Amiiiinnn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog Design by W-Blog